Ubuntu merupakan salah satu distro linux yang masih bisa di
download dan digunakan secara gratis. Tetapi banyaknya varian dari Ubuntu
kadang membuat kita harus memilih dan menentukan varian Ubuntu mana yang paling
tepat dan paling cocok dipakai sesuai dengan keinginan dan keperluan kita.
Pada dasarnya semua varian Ubuntu adalah distro Linux yang sama dengan menggunakan dasar yang sama, repositori perangkat lunak yang
sama, dan siklus rilis yang sama. Yang
membedakan antara lain yang paling kelihatan adalah dari antarmuka pengguna (User Interface) yang berbeda (dalam banyak kasus), dan program
default yang disertakan pada masing-masing distro.
Berikut beberapa varian/distro ubuntu dan penjelasan
ringkasnya.
1.Ubuntu menggunakan user interface yang disebut Gnome. Gnome difokuskan pada
kesederhanaan dan kegunaan. Gnome
Ubuntu menyertakan banyak aplikasi bawaan seperti Rhythmbox (music player), Thunderbird
(email client), dan Gedit (text editor). Gnome
secara default (dapat diubah) hadir
dalam warna yang didominasi abu-abu gelap dan ungu, memiliki toolbar di layar bagian atas dan kemudian pop-out (ketika Anda menggerakkan mouse) di sebelah kiri layar
terdapat beberapa ikon besar.
2.Kubuntu menggunakan K Desktop Environment (biasa dikenal sebagai KDE). KDE
difokuskan pada kemudahan akses bagi user serta kemudahan dalam hal konfigurasi untuk interface-nya. KDE
Kubuntu terkenal dengan nama desktop plasma-nya, namun desktop plasma tersebut
membutuhkan daya hardware yang lumayan besar, sehingga tidak semua komputer
dapat menjalankannya dan apabila digunakan pada laptop, akan menguras
penggunaan batere. KDE
pada Kubuntu menyertakan banyak aplikasi bawaan seperti Amarok (pemutar musik), K3B
(CD pembakaran), dan rekonq (web browser). KDE secara default (dapat diubah) nikmat biru dan abu-abu, memiliki satu toolbar di bagian bawah layar, dan memiliki satu menu
utama. Diantara varian Ubuntu,
Kubuntu adalah distro yang paling menguras pemakaian hardware.
3. Xubuntu
menggunakan desktop Xfce (XForms Common Environment), yang merupakan salah satu user interface
yang lebih ringan dari Gnome atau
KDE. Dalam
hal desain, Xfce memiliki kemudahan seperti KDE, tetapi juga masih mempertahankan beberapa kesederhanaan Gnome. Xfce
dibuat dengan tujuan cepat, ringan, menarik secara visual dan mudah digunakan. Untuk hardware yang dibutuhkan (RAM) hanya
membutuhkan 256 MB hingga 512 MB
RAM. Jika dibandingkan dengan Ubuntu dan Kubuntu yang bekerja ideal pada 512 MB RAM atau lebih. Aplikasi
bawaan Xubuntu antara lain Thunar (file manager), Thunderbird (email
client), dan Leafpad (editor teks).
4.Lubuntu
menggunakan lingkungan desktop LXDE yang merupakan singkatan dari Lightweight X11 Desktop
Environment. Lubuntu merupakan distro yang memiliki user interface paling ringan diantara distro Ubuntu yang lain.
Selain mudah digunakan, Lubuntu sangat ringan dengan penggunaan
sumber daya/hardware yang rendah. Oleh karena itu Lubuntu dapat berjalan pada computer yang memiliki RAM dan CPU berkemampuan rendah. Karena penggunaan sumber daya/hardware yang rendah inilah, sehingga membuat
Lubuntu hemat energy dan lebih ringan
dari Gnome, KDE, dan bahkan Xfce. Lubuntu mampu bekerja sangat ideal pada komputer dengan
memori yang hanya128 MB RAM. Aplikasi
bawaan Lubuntu antara lain PCManFM (file manager), Sylpheed (email
client), dan Leafpad (editor teks).
5. Edubuntu
menggunakan Gnome desktop, tetapi memiliki beberapa perbedaan dari aplikasi default Ubuntu. Tujuan distro ini adalah pada alat pendidikan.
Selamat memilih....







