
Embedded sistem banyak digunakan untuk kontrol pada banyak perangkat yang umum digunakan saat ini. Sebuah Embedded sistem adalah sistem komputer yang dirancang untuk melakukan satu atau beberapa fungsi khusus. Sebaliknya, komputer tujuan umum, seperti komputer pribadi (PC), dirancang lebih fleksibel dan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna akhir (end-user). Embedded sistem dikendalikan oleh satu atau lebih prosesor baik mikrokontroler atau prosesor sinyal digital (DSP).
Dua hal utama yang menjadi perbedaan embedded sistem dengan personal computer adalah biaya dan power(daya) yang dibutuhkan. Karena embedded system diproduksi dalam jumlah ratusan ribu hingga jutaan unit sekaligus, maka efisiensi biaya produksi menjadi perhatian utama. Embedded system biasanya menggunakan prosesor yang "lambat" dan memori berukuran kecil untuk meminimalisir biaya produksi.
Secara fisik, embedded system bisa diaplikasikan pada perangkat portable seperti jam digital dan MP3 player, maupun untuk instalasi kontrol yang lebih besar seperti pengontrol pada industri manufaktur atau mengontrol sistem pembangkit listrik tenaga nuklir. Kompleksitas embedded system bervariasi dari paling sederhana hanya dengan sebuah mikrokontroler tunggal, hingga sangat tinggi dengan beberapa unit, peripheral dan jaringan yang dipasang di dalam chassis besar atau enclosure.
Untuk operating system (OS), embedded system biasa menggunakan OS khusus untuk embedded system, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan OS yang biasa dipakai pada komputer umumnya. Beberapa OS yang biasa dipakai pada embedded system adalah :
- FreeRTOS
- Linux derivatives
- Windows CE
- Windows XP Embedded
- VxWorks
- NetBSD
- OSE
- QNX
- OS-9
- FreeDOS
- eCos
Peripheral-peripheral yang biasa ada pada embedded system untuk berkomunikasi dengan peralatan lain antara lain :
- Serial Communication Interfaces (SCI): RS-232, RS-422, RS-485 etc.
- Synchronous Serial Communication Interface: I2C, SPI, SSC and ESSI (Enhanced Synchronous Serial Interface)
- Universal Serial Bus (USB)
- Multi Media Cards (SD Cards, Compact Flash etc.)
- Networks: Ethernet, Controller Area Network, LonWorks, etc.
- Timers: PLL(s), Capture/Compare and Time Processing Units
- Discrete IO: aka General Purpose Input/Output (GPIO)
- Analog to Digital/Digital to Analog (ADC/DAC)
- Debugging: JTAG, ISP, ICSP, BDM Port, BITP, and DP9 ports.
Dengan adanya OS dan fasilitas untuk interfacing, embedded system dapat dijadikan pilihan bagi kita yang ingin belajar hardware dan programming, tetapi tidak bisa bahasa pemrograman seperti yang biasa dipakai pada sistem minimum microcontroller. Dengan adanya embedded system, kita bisa membuat misalkan controller dengan ukuran seperti sistem minimum microcontroller, tetapi dengan kemampuan seperti komputer.
Semoga berguna...



0 komentar:
Post a Comment
Komentarnya donk....